Bojonegoro – Konten-konten berita hoax marak sekali ditemukan ketika kita berada di dunia maya. Hal ini sangat rentan mempengaruhi usia-usia remaja khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu upaya pencegahan yakni harus adanya kerjasama baik pemerintah dengan non pemerintah terkait edukasi ke masyarakat luas tentang pemanfaatan internet secara bijak dan cerdas.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro memberi arahan tentang pemanfaatan internet

Relawan TIK Bojonegoro bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Bojonegoro dan didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMC), menyelenggarakan kembali Sosialisasi Internet Sehat dengan tema “Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital” di SMP Negeri 1 Bojonegoro, Kamis (7/12/2017).

Sosialisasi ini dimeriahkan dengan turut hadirnya beberapa tamu penting undangan termasuk dari Polres Bojonegoro. Selain itu kegiatan juga diisi pemaparan materi tentang internet sehat serta mini game edukasi dan berbagai doorprize menarik untuk para siswa.

AKBP Wahyu S. Bintoro selaku Kapolres Bojonegoro turut hadir memberi arahan tentang ancaman bahaya pemanfaatan internet yang tidak sehat, serta maraknya sebaran konten negatif di Internet yang mengkhawatirkan dan memberikan dampak buruk bagi kalangan usia remaja.

“Penting bagi kita agar bisa menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, tapi juga harus tetap waspada dengan konten-konten negatif yang ada di internet. Jangan sampai menjadi incaran kejahatan lewat media sosial yang saat ini marak”ujar Wahyu.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi kokoh dalam kemajuan pendidikan di Bojonegoro khususnya edukasi tentang penggunaaan internet. Hal ini diamini pula oleh Beta Wicaksono, perwakilan dari EMCL, bahwa ini merupakan salah satu upaya untuk mensukseskan program-program pendidikan yang sudah digawangi oleh operator migas lapangan banyu urip tersebut. Termasuk salah satu yang juga cukup suskes berjalan yakni Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro dan Tuban.

Ufar Ismail, Kepala SMPN 1 Bojonegoro berterima kasih atas terselenggaranya acara dan juga mengungkapkan harapannya terhadap sosialisasi internet sehat ini. “Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi atau bekal ilmu tentang internet bisa menjadi sebuah virus kebaikan yang menular, anggap saja satu orang yang hadir dari siswa disini bisa menular ke 5 (lima) temannya yang lain. Jumlah total yang ada diruangan ini sebanyak 150 lebih peserta sehingga bisa menyebar ilmunya 5 kali lipat” ungkapnya. [RTIKBJN]